Sabtu, 21 April 2018

Penerapan Nilai Budaya dan CSR Bank BTN


 Penerapan Nilai Budaya dan CSR Bank BTN

Pengetian Budaya Perusahaan
Budaya adalah satu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengetian dan cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota orgaanisasi dan diterima oleh anggota baru seutuhnya. (W. Jack Duncan dalam “Organizational Culture: Getting a Fix on an Elusive Concept”, Academy of Managemenr Executive 3 – 1989). Tujuan budaya adalah untuk melengkapi para anggota dengan rasa (identitas) organisasi dan menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Namun dalam proses selanjutnya seorang praktisi PR turut mengemban misi untuk mengembangkan dan memelihara budaya perusahaan.
Sedangkan budaya perusahaan pada sisi yang sama merupakan penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat yang terikat bekerja di bawah naungan suatu perusahaan.

Budaya Organisasi Bank BTN
Budaya organisasi berfungsi sebagai batas-batas berperilaku, menumbuhkan kesadaran tentang identitas sebagai organisasi, penumbuhan komitmen, pemeliharaan stabilitas organisasional, dan mekanisme pengawasan pada sebuah organisasi. Setiap organisasi tentu mempunyai budaya, karena hal tersebut sebagai ciri khas atau pembeda yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lain. Budaya diturunkan dari filsafat pendirinya. Filsafat tersebut memiliki asumsi, persepsi atau artefak, dan nilai-nilai yang harus diseleksi terlebih dahulu. Seleksi ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang sesuai. Hasil seleksi akan menjadi karakteristik budaya organisasi. Setelah adanya karakteristik tersebut manajemen puncak akan menentukan mana yang sesuai untuk dilaksanakan dan mana yang harus dihilangkan. Selanjutnya proses internalisasi kepada karyawan melalui tahapan proses sosialisasi.

Bank Tabungan Negara atau yang biasa disebut BTN merupakan Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Dalam operasionalnya, BTN mempunyai nilai-nilai dasar yang harus dimiliki semua karyawannya, yaitu: (1) Taat dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran agamanya. (2) Selalu berusaha untuk menimba ilmu guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya demi kemajuan perusahaan. (3) Mengutamakan kerjasama dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan perusahaan dengan kinerja baik. (4) Selalu memberikan yang terbaik secara ikhlas bagi perusahaan dan semua stakeholders. Dan, (5) Selalu bekerja secara professional yang kompeten dalam bidang tugasnya.

Nilai-nilai dasar tersebut yang akhirnya menciptakan buadaya organisasi, karena nilai-nilai dasar tersebut diterapkan secara terus-menerus dan telah ada sejak BTN berdiri. BTN sendiri telah merumuskan dan membuat budaya organisasi yang mereka sebut “POLA PRIMA”. Jika diuraikan, “POLA PRIMA” merupakan singkatan dari beberapa kata, yaitu sebagai berikut.
·       Pelayanan Prima (Service Excellent)
·       InOvasi (Innovation)
·       KeteLAdanan (Role Model)
·       PRofesionalisme (Profesionalism)
·       Integritas (Integrity)
·       KerjasaMA (Teamwork)


CSR (corporate social responsibility)
CSR adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap sosial atau lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Sedangkan definisi CSR menurut World Business Council on Sustainable Development adalah komitmen dari bisnis/perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas. Wacana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang kini menjadi isu sentral yang semakin populer dan bahkan ditempatkan pada posisi yang penting, karena itu kian banyak pula kalangan dunia usaha dan pihak-pihak terkait mulai merespon wacana ini, tidak sekedar mengikuti tren tanpa memahami esensi dan manfaatnya.

Manfaat CSR bagi masyarakat dan perusahaan
CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat, ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Tujuan CSR bagi masyarakat dapat mengembangkan diri dan usahanya sehingga sasaran untuk mencapai kesejahteraan tercapai.

1.         Meningkatkan Citra Perusahaan
Dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat.

2.      Memperkuat “Brand” Perusahaan
Melalui kegiatan memberikan product knowledge kepada konsumen dengan cara membagikan produk secara gratis, dapat menimbulkan kesadaran konsumen akan keberadaan produk perusahaan sehingga dapat meningkatkan posisi brand perusahaan.

3.         Mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku Kepentingan
Dalam melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan tentunya tidak mampu mengerjakan sendiri, jadi harus dibantu dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan universitas lokal. Maka perusahaan dapat membuka relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan tersebut.

4.            Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya
Jika CSR dilakukan sendiri oleh perusahaan, perusahaan mempunyai kesempatan menonjolkan keunggulan komparatifnya sehingga dapat membedakannya dengan pesaing yang menawarkan produk atau jasa yang sama.

5.         Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh Perusahaan
Memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan memerlukan kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat memicu inovasi dalam perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi perusahaan dalam bisnis global.







                                          Contoh CSR Bank BTN     

Direktur Utama Bank BTN Maryono Bersama jajaran direksi lainnya memberikan CSR disela sepedahan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan bantuan CSR (corporate social responsibility) dalam kegiatan Jambore Sepeda BTN di wilayah Ciater Minggu (25/2/2018). Kegiatan yg masih menjadi rangkaian kegiatan HUT ke-68 Bank BTN ini diikuti oleh hampir 300 peserta penggemar sepeda BTN yang tergabung dalam BCC (batara cycling community) yang sarat dengan kegiatan sosial antara lain bantuan sarana pendidikan kepada Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah untuk pembangunan Taman Bacaan Sekolah sinergi dengan Balai Pustaka serta renovasi ruang perpustakaan dan bantuan sarana penunjang pendidikan. Bantuan juga diberikan dalam bentuk renovasi sarana dan prasarana sekolah kepada PAUD Harapan Bunda berupa renovasi ruang kelas, renovasi toilet serta pemasangan keramik. (*)

Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Agus Susanto menerima Apresiasi CSR di bidang pendidikan yang diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Kamis (25/01/2018) Malam. Apresiasi tersebut diraih Bank BTN atas kiprah perseroan dalam menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendidikan hingga meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Bank BTN juga telah membangun banyak perpustakaan, menggelar pertukaran pelajar, hingga program vokasi welder dalam rangka BUMN Hadir untuk Negeri.


Sumber :

Jumat, 13 April 2018

2.3 Sebutkan dan jelaskan komponen - komponen dari ITIL serta berikan contohnya ?


Komponen - komponen dari ITIL serta berikan contohnya ?

- Komponen-komponen ITIL
A. Service Support
Service support membahas tentang proses dan komponen dalam operasional IT sehari-hari, seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Pada dasarnya service support menjelaskan proses support dari IT dan bagaimana cara menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam problem management.

Komponen dari proses pada IT service management mempunyai peran masing-masing yaitu:
1. Service desk sebagai single point of contact
2. Release Management dalam melakukan testing suatu teknologi baru sebelum diimplementasi
3. Build knowledge based untuk membantu mempercepat penyelesaian suatu incident

B. Service Delivery
Komponen-komponen dari Service Delivery adalah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management, IT Service Continuity Management, Service Level Management. Service Delivery ini merupakan tactical proses artinya untuk mendukung bisnis dari sisi IT Service Management dalam jangka panjang bukan untuk operasional yang dilakukan setiap hari.


Sumber


2.2 Sebutkan dan jelaskan tujuan dari ITIL ?


Tujuan dari ITIL ?
- Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.

Service Design Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.


Sumber