Rabu, 13 Juni 2018

4.2 Bagaimana cara melakukan testing untuk membackup data pada server? Berikan contoh !


Testing untuk membackup data pada server



Pengertian Backup

Untuk memahami tentang manfaat dan fungsi backup secara keseluruhan, serta bagaimana cara backup dapat membantu Anda, maka akan lebih baik apabila memahami terlebih dahulu tentang pengertian dari backup itu sendiri. Backup adalah sebuah proses menduplikasi atau mengcopy data-data dari satu perangkat atau media penyimpanan ke media, perangkat atau sistem lain secara offline maupun online untuk mengamankan data dengan cara menyalin data, agar ketika salah satu media penyimpanan rusak, hilang, atau terkena vidrus, data-data penting yang dimiliki tidak ikut hilang, tidak rusak, serta kapanpun dan dimanapun tetap dapat diakses dengan mudah.

Backup memiliki fungsi utama dan beberapa fungsi lainnya. Fungsi backup data adalah menyelamatkan data-data dari resiko kerusakan, data yang hilang atau tidak dapat diakses kembali. Data yang tersimpan di tidak hanya satu media penyimpanan akan memberikan rasa aman karena data tersimpan dengan benar. Backup juga dapat difungsikan sebagai disaster recovery plan, yaitu untuk restore data. Pada dasarnya backup bertujuan untuk mengembalikan data-data yang hilang, rusak, corrupt, maupun terkena virus. Anda tidak akan pernah tahu hal-hal apa yang mungkin dapat terjadi pada media penyimpanan Anda, maka akan lebih baik apabila memiliki tidak hanya satu media penyimpanan data. Sehingga ketika sewaktu-waktu data utama hilang, Anda masih dapat mengembalikan data-data secara penuh tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.

Berikut cara backup

Kalo mau backup database access atau file penting diserver sebenernya kayak perintah copy biasa, cuman perintah copy ini dibuat schedulenya di schedular windows. Itu aja. Cara ngebuat file script bat-nya itu gampang bgt, buka notepad trus isi scriptnya dengan perintah batch programming trus lo save dengan extension *.bat. Contoh script copy biasa misalnya :

cp [path database/file yg ingin dibackup] [tujuan path dimana diletakkan]

cp d:\DATA\secret.mdb d:\backup\DATA

Contoh atas itu artinya adalah database .mdb access yang namanya secret.mdb itu dicopy di folder d:\backup\DATA, ngerti kan? Trus kalo yang di backup itu banyak dan didalemnya ada sub folder lagi, sintaknya beda lagi yaa.

xcopy [path database/file yg ingin dibackup] [tujuan path dimana diletakkan] /E /Y
(setahu gw /Y itu kalo udah ada filenya trus di replace yg baru dgn jawaban yes)

xcopy d:\DATA d:\backup\DATA /E /Y atau
xcopy d:\DATA \\backupsvr\DATA /E /Y atau
xcopy \\FileSvr1 \DATA d:\backup\DATA /E /Y atau
xcopy \\FileSvr1 \DATA \\backupsvr\DATA /E /Y

atau nama FileSvr1 dan backupsvr bisa diganti dengan IP address misalnya:
xcopy \\192.168.0.1\DATA \\192.168.0.5\DATABACKUP /E /Y

Bisa lo coba dulu di komputer lo, trus kalo dah sukses baru lo pake di server. Setelah dah dibuat file scriptnya yang ber extensi *.bat maka bisa dibuat schedule timenya dgn cara:

masuk di control panel, cari yang namanya Scheduled Tasks
trus klik Add Scheduled Tasks
klik next
klik browse untuk cari file scriptnya yang dah dibuat tadi, trus klik next
pilih daily, klik next (ini terserah mau dibackup berapa saat sekali, bisa tiap hari, tiap bulan atau tahun. TERSERAhhhh. Tapi yang langkah dibawah itu daily yak!!!! Biar aman.)
trus jam berapa?, mulai tgl berapa?, mau setiap hari, Tiap hari masuk atau selang berapa hari sekali? Trus klik next
masukin password adminnya, inget kalo password diganti. Maka lo harus buat ulang schedule timenya yak. Misalnya lo kemaren dah buat schedule task, trus karena suatu hal password admiin OS lo ganti, otomatis schedule yang lo buat gak bisa jalan karena passwordnya dah gak cocok, jadi harus diganti OK.
trus ya udah kalo mau liat apa yg dibuat centang, kalo ga ya klik finish.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar